Manfaat Crowdlending dalam Membuka Bisnis, Apa Saja ?

Ingin Membuka Bisnis, Kenalan Yuk Dengan Crowdlending

Apa sih Crowdlending itu ?- Banyak yang bilang kalau membuka bisnis itu susah, pasti belum pernah mencoba. Atau pernah, tetapi belum maksimal. Banyak cara untuk buka bisnis sendiri. Jadi, kalau sudah kepentok di satu jalan, kamu bisa mencoba cari jalan lain.

Kebanyakan orang umumnya kepentok masalah modal. Banyak yang beralasan bahwa modalnya terbatas, bahkan ada juga yang hampir tidak punya modal alias modal dengkul. Pinjam ke bank, tapi ditolak. Ingin cari kredit bisnis di lembaga partikelir, kok waswas karena tidak di bawah aturan pemerintah. Tenang, ada solusi di dunia maya bernama crowdlending. Crowdlending ialah pengumpulan dana modal bisnis di Internet yang wajib dikembalikan si penerima dana plus bunganya. Dana ini berasal dari donatur yang terdaftar di situs penyedia jasa pinjaman tersebut. Jadi, si donatur akan meminjamkan dananya dengan perantara penyedia jasa itu.

Manfaatin kecanggihan informasi dan teknologi buat hal berguna juga dong bro!

Mungkin sudah pernah mendengar apa itu crowdfunding? Ya, keduanya mirip-miriplah. Bedanya, dana dari crowdfunding bersifat hibah alias bukan pinjaman.

Cara Kerja Crowdlending

Bagaimana cara kerja crowdlending? Berbeda dengan crowdfunding, umumnya crowdlending diberikan ke bisnis yang sudah berjalan. Soalnya, ada kewajiban mengembalikan dana pinjaman. Misalnya kalau sudah punya bisnis, berarti ada pemasukan buat bayar pinjaman. Tetapi bukan berarti bisnis itu harus sudah meraih untung. Yang penting, sudah ada rekam jejaknya. Bila ingin mendaftarkan diri untuk bisa menjadi penerima dana crowdlending, umumnya kita diminta memberikan sejumlah dokumen identitas diri dan Bisnis. Di antaranya:

  • Laporan keuangan
  • Salinan KTP
  • Foto/video usaha

Dalam hal ini semakin lengkap dokumen, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan dana pinjaman dari crowdlending. Selain itu, ada perjanjian pinjaman dalam bentuk elektronik yang mesti disetujui si peminjam.

Warga negara yang baik tuh musti punya dokumen lengkap ya

Perjanjian ini berisi informasi kredit, termasuk tenor alias masa pinjaman dan jumlah cicilan per bulan. Selain itu, termuat konsekuensi bila peminjam tidak sanggup melunasi pinjaman. Dalam pendaftaran, kita juga akan diminta mengisi berapa jumlah dana yang dibutuhkan. Jumlah duit pinjaman crowdlending umumnya lebih kecil ketimbang di bank, baik kredit tanpa agunan maupun pinjaman multiguna.

Maka dari itu, akan ditentukan batas waktu pengumpulan dana, bisa sebulan, dua bulan, tergantung pada ketentuan penyedia jasa tersebut. Bila dana yang ditargetkan terkumpul sebelum tenggat, bisa langsung diproses. Tetapi, bila tidak sampai target, dana bakal kembali ke akun penyumbang. Tetapi ada juga penyedia yang tetap menyalurkan dana tersebut ke pemilik usaha.

Contohnya pasang target dana Rp 50 juta dengan batas waktu pengumpulan 31 hari. Bila dalam waktu 15 hari saja sudah terkumpul dana itu, bahkan lebih, bisa dicairkan. Namun, bisa juga ditunggu sampai tenggat agar dana terkumpul lebih banyak.

Kalau Gagal Bayar?

Seperti disebutkan sebelumnya, ada perjanjian pinjaman walau bentuknya elektronik. Dalam perjanjian itu akan diatur konsekuensi bila peminjam gagal melunasi pinjaman crowdlending. Umumnya, penyedia jasa crowdlending selaku perantara dalam transaksi ini akan menangani masalah kredit macet ini. Langkah yang dilakukan umumnya restrukturisasi kredit.

Lewat restrukturisasi, peminjam akan mendapat keringanan. contohnya tenor diperpanjang dan cicilan diperkecil. Tetapi , bila sudah direstrukturisasi tapi masih gagal bayar pinjaman crowdlending, ya sudah. Siap-siap aset bisnis dilikuidasi untuk pengganti pinjaman.

Bila dilihat polanya, pinjaman ini sangat menguntungkan pemilik usaha. Dengan langkah sederhana, bisa meraup modal bisnis banyak. Tetapi, harus dilihat dulu bunganya. Tiap penyedia jasa punya ketentuan sendiri-sendiri, tapi umumnya bersaing dengan bank. Bahkan ada yang tanpa bunga bila bisnis itu bergerak di bidang sosial.

Sayang, di Indonesia belum banyak situs crowdlending. Yang menjamur baru crowdfunding. Walau begitu, cara ini patut dicoba buat mereka yang kesusahan cari pinjaman buat modal bisnis lantaran gratis tanpa biaya.

Nah sekian ulasan artikel yang dapat kami jelaskan mengenai Ingin Membuka Bisnis, Kenalan Yuk Dengan Crowdlending yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan kamu, terima kasih telah berkunjung dan membacanya, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan