7 Tips Ibu Hamil yang benar!

Setiap orang tua ingin anaknya tumbuh menjadi orang cerdas. Tak cuma di bidang akademik, namun bidang non akademik pula. Ternyata, untuk memiliki anak cerdas, salah satunya bisa dimulai sejak dalam kandungan.

Beberapa hal yang bisa lakukan selama kehamilan. Jadi, jangan sia-siakan waktu selama sembilan agar bisa mewujudkan ‘bibit unggul’ di dalam rahim.

Saat sedang hamil dapat berdampak pada perkembangan otak dan kecerdasan masa depan anak nanti.

Tips Ibu Hamil

Tentunya, semua ibu berharap dapat menjalani kehamilan yang baik agar bayi dalam kandungan dapat bertumbuh sehat dan sempurna. Nah, agar kehamilan berjalan baik, ada beragam cara untuk mewujudkannya. Mulai dari rutin berolahraga, istirahat yang cukup, rutin mengontrol kehamilan serta mengikuti segala saran dokter. Tidak hanya itu, memerhatikan asupan makanan ibu hamil nyatanya tidak kalah penting untuk dilakukan.

Tips Asupan untuk Ibu Hamil

1. Kaya Asam Folat

Asam folat merupakan salah satu nutrisi penting dalam pembentukan sel otak bayi. Suplemen prenatal (masa sebelum kelahiran) dengan asam folat, penting bagi kecerdasan Si Kecil meski dalam kandungan.

Temuan ahli dalam Journal of American Medical Association mengatakan, ibu yang mengonsumsi asam folat empat minggu sebelum kehamilan dan delapan minggu setelah kehamilan, bisa meminimalkan risiko autis pada bayi sebanyak 40 persen.

Selain hal di atas, manfaat asam folat bisa mencegah keguguran, mencegah anemia, hingga menurunkan risiko preeklamsia.

Makanan rekomendasi yang mendapatkan asam folat dari sayuran hijau (bayam, brokoli, kubis), buah-buahan (alpukat, pepaya, jeruk), kacang-kacangan, hati sapi, hingga telur.

2. Protein Tak Kalah Penting

Protein adalah makanan untuk trimester pertama yang tidak boleh ketinggalan. Jangan salah lho, protein enggak cuma menyoal otot saja, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil.

Protein punya peranan penting dalam membantu proses pembentukan jaringan tubuh pada ibu dan bayi selama masa kehamilan. Tidak hanya itu, protein bisa membantu ibu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bumil tidak mudah mengalami sakit.

Lantas, makanan apa saja yang kaya protein dan baik dikonsumsi pada trimester pertama? Enggak perlu bingung, banyak kok pilihannya. Mulai dari daging tanpa lemak, ikan, telur, dan unggas.

3. Harus Mengandung Zat Besi

Selain kedua nutrisi di atas, makanan ibu hamil juga perlu memiliki kandungan zat besi di dalamnya. Alasannya jelas, makanan kaya zat besi bertujuan untuk mencegah terjadinya anemia. Jangan anggap remeh anemia, karena kondisi ini bukan cuma berdampak pada ibu saja.

Anemia bisa memicu berbagai masalah bagi janin, salah satunya kelahiran prematur. Kok bisa? Anemia membuat sel darah merah atau hemoglobin menurun. Kondisi ini ujung-ujungnya bisa menyebabkan peningkatan volume plasma dan mengakibatkan kontraksi pada rahim.

Selain itu, zat besi juga bermanfaat untuk membawa darah yang kaya akan oksigen pada bayi di dalam kandungan. Awas, kekurangan zat besi juga bisa berdampak negatif pada IQ anak kelak. Ringkas kata, selain asam folat, zat besi termasuk yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak janin.

Asupan zat besi didapatkan dari daging sapi dan unggas, telur, makanan laut (hati-hati terhadap makanan mentah, dan yang banyak mengandung merkuri), tahu, biji-bijian, kacang-kacangan, bayam, hingga telur.

4. Makanan Kaya Serat

Serat merupakan nutrisi atau makanan untuk trimester pertama yang tak kalah pentingnya. Serat bisa membantu ibu untuk mengontrol kenaikan berat badan dan mencegah preeklamsia. Menurut para pakar di American Diabetes Association, serat bisa membantu untuk menurunkan risiko diabetes gestasional.

Keistimewaan serat bukan cuma merangsang perkembangan janin saja. Nutrisi ini juga bisa membantu mencegah bumil mengalami konstipasi alias masalah buang air besar.

Makanan serat yang dikonsumsi di trimester pertama bisa dimulai dari buah segar, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga, sayur-sayuran yang dimasak.

 

5. Susu atau Produk Olahan Susu

Susu atau produk olahannya kaya beragam nutrisi yang dibutuhkan ibu di trimester pertama kehamilan. Sebut saja protein, vitamin D, iodium asam folat, hingga kalsium. Di trimester pertama bumil dianjurkan untuk mengonsumsi produk olahan susu yang kaya kalsium. Kalsium ini baik untuk ibu dan pertumbuhan tulang janin.

Lantas, susu apa yang sebaiknya dikonsumsi di trimester pertama dan seterusnya? Selain nutrisinya harus memenuhi kebutuhan bumil, pastikan memilih susu yang melewati proses pasteurisasi. Susu yang belum dipasteurisasi, contohnya susu mentah dari sapi, bisa mengandung bakteri berbahaya. Selain susu, ibu juga bisa mendapatkan nutrisi-nutrisi di atas dari keju atau yoghurt.

 

6. Lemon atau Air Kelapa

Lemon dan air kelapa bisa menjadi pilihan bagi bumil yang sering mengalami mual di trimester pertama kehamilan. Menariknya lagi, air kelapa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.

Itulah yang bisa ibu hamil konsumsi pada trimester pertama kehamilan.

7. Perhatikan Asupan Karbohidrat
Jangan lupa, ibu hamil juga membutuhkan karbohidrat selama menjalani kehamilan. Karbohidrat kompleks menjadi nutrisi yang dapat membantu ibu menjaga kesehatan pencernaan selama kehamilan. Mengonsumsi karbohidrat selama kehamilan juga baik untuk memenuhi kebutuhan energi janin yang sedang berkembang. Ada banyak jenis makanan untuk ibu hamil yang mengandung karbohidrat. Mulai dari buah seperti pisang, sayur seperti brokoli dan bayam, serta kacang-kacangan dan oatmeal.

Selain menjaga pola makananan yang baik, Ibu hamil bisa melakukan kegiatan agar bayi lebih cerdas.

Berikut ini empat tips membuat calon bayi cerdas sejak dalam kandungan menurut beberapa pakar:

1. Konsumsi makanan kaya akan asam folat, omega-3, zat besi

Asam folat telah lama diketahui memainkan peran penting dalam pembentukan sel-sel otak yang sehat, dan sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat sejak dini, dari empat minggu sebelum konsepsi hingga delapan minggu ke kehamilan, memiliki risiko 40 persen lebih rendah melahirkan anak dengan autisme.

Makanan yang kaya asam folat adalah sereal, lentil, sayuran hijau seperti bayam. Kemudian, asam lemak omega-3, terutama DHA, juga memiliki dampak besar pada produksi neuron, saraf di otak yang menembakkan impuls listrik dan mengirim pesan ke seluruh tubuh. Dengan memperoleh omega-3 dari salmon, ikan berlemak lainnya, biji kenari, biji rami, dan telur yang mengandung omega-3.

Terakhir, zat besi membantu juga meningkatkan pertumbuhan sel darah merah yang sehat, yang membawa oksigen ke otak bayi. Sumber terbaik zat besi adalah daging merah, kacang-kacangan, bayam, tahu.

2. Olahraga teratur

Berolahraga akan memberi stamina yang butuhkan untuk persalinan dan melahirkan, dan itu juga dapat memperkuat otak bayi. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of American College of Sports Medicine, anak-anak dari ibu yang berolahraga selama kehamilan mendapat skor lebih tinggi pada tes keterampilan bahasa dan kecerdasan pada usia 5 tahun dibandingkan dengan anak-anak dari ibu yang tidak banyak bergerak.

Mengapa? Kadar kortisol moderat – hormon stres yang juga dikeluarkan saat berolahraga – meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi, serta organ utama lainnya. Para ahli merekomendasikan 30 menit olahraga ringan untuk wanita hamil pada setiap hari atau tiga sampai empat hari dalam seminggu.

3. Berkomunikasi dengan bayi

Mungkin berbicara dengan bayi selama di kandungan terdengar aneh, tetapi itu dapat membantunya membentuk hubungan intim sejak dini. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar pertengahan kehamilan, bayi dapat mendengar dan merespons suara.

Dapat berbicara, bernyanyi, atau membacakan untuknya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bayi tampaknya tenang dengan lagu, buku, atau suara dan mungkin mengenali ritme yang mereka dengar dalam rahim.

4. Upaya agar tidak melahirkan prematur

Semakin lama otak bayi berkembang dalam rahim, semakin baik otak bayi jangka panjang. Ketika menginjak usia 35 minggu, volume otaknya hanya dua pertiga dari usia 39 atau 40 minggu. Meskipun beberapa faktor dapat membuat lebih rentan terhadap kelahiran prematur, namun sebisa mungkin kita menjaga kondisi tubuh agar tidak melahirkan secara prematur, misalnya hindari paparan asap rokok, kelola diabetes gestasional, dan lainnya.

BACA JUGA: TIPS IBU HAMIL UNTUK PERSALINAN

Tinggalkan Balasan